Belajar Food Photography

Awal tahun 2015 ini merupakan awal tahun yang “waw” buat saya. Seperti yang sebelumnya saya ceritakan bahwa awal tahun ini saya efektif meninggalkan kerja kantoran demi mengurus baby Z. Namun, meninggalkan kerja kantoran bukan berarti saya meninggalkan semua aktivitas saya dan hanya mengurus anak. Beruntungnya saya memiliki Tuan yang sangat pengertian bahwa istrinya ini butuh kegiatan lain supaya isi kepala tidak sampai kusut. 😀

Beberapa hari menjelang pergantian tahun saya tidak sengaja membaca Twitter tentang TUMLuncheon The Urban Mama (“TUM”) pada linimasa saya. TUMLuncheon pertama yang diadakan di 2015 dengan acara kelas Food Photography bersama Dita Wistarini atau lebih dkenal dengan sapaan Mamin atau Ditut. Sebenarnya saya belum pernah mengikuti event-event yang diadakan oleh TUM, bahkan saya hanya menjadi silent reader TUM selama ini. Namun, kelas food photography yang diadakan ini sangat menarik perhatian saya untuk mengikuti event TUM yang satu ini.

Saya adalah salah satu penggemar Mamin. Saya sudah mengikuti Instagramnya yang selalu bikin ngiler itu sejak 2012. Mamin yang telah kembali ke tanah air untuk sementara telah mengadakan beberapa kelas food photography. Namun saya selalu telat membaca informasinya 🙁 Begitu TUM mengumumkan acara TUMLuncheon ini saya langsung minta izin Tuan untuk ikut mengikutinya. Pada saat hari registrasi, saya hampir telat untuk melakukan pendaftara. Beruntung ada Ipeh yang mengingatkan saya untuk segera mendaftar dikarenakan peserta terbatas hanya 15 orang.

TUMLuncheon kemarin diadakan tanggal 10 Januari 2015 di Pipiltin Cocoa – Barito. Kelas berlangsung selama 5 jam yang berisi teori yang dijelaskan oleh Mamin dan kemudian praktek langsung menggunakan kamera masing-masing. Awalnya sempat bimbang karena terlalu lama meninggalkan baby Z dan Tuan. Walaupun mereka ikut ke Pipiltin, namun saya berada di ruang yang terpisah. Akan tetapi selama penjelasan teori food photography berlangsung saya masih bisa menyusui baby Z sambil saya gendong sambil mendengarkan penjelasan Mamin 😀

Pada saat melakukan praktek saya merasakan bahwa styling pada makanan adalah hal yang tersulit. Namun saya ingat apa yang dikatakan oleh Mamin, butuh proses yang panjang untuk belajar styling dan komposisi. Kuncinya banyak berlatih dan jangan pernah takut untuk mengambil angle dari arah manapun.

Setelah selesai melakukan praktek, setiap peserta memberikan satu foto untuk dapat di-review oleh Mamin. Foto yang telah di-review ini kemudian digunakan untuk memilih siapa yang akan mendapatkan doorprize. Saya pikir yang mendapatkan doorprize adalah yang paling sering upload ke Twitter dan Instagram. 😀 Dan tak disangka-sangka saya memenangkan doorprize-nya! Padahal pada saat di-review oleh Mamin, masih ada kekurangan di foto tersebut. Beruntungnya saya bisa mendapatkan doormat cantik dari Rayya Home.

 

Mamin yang serius mendengarkan pertanyaan dari peserta

 

Isi Goodie Bag dari TUM dan notebook dari Mamin

 

Doormat dari Rayya Home

 

Foto basil jepretan saya yang di-review Mamin

 

Foto bareng Mamin dan Baby Z :D

Awal tahun 2015 ini saya isi dengan belajar food photography, bagaimana dengan kalian? 🙂