Satu Hari di Pulau Kelagian

 

Mudik ke Lampung pada saat libur natal dan tahun baru merupakan agenda wajib keluarga kami. Dan setiap mudik ke Lampung kami pasti menyisihkan satu hari untuk main ke pantai. 😀 Nah, di mudik terakhir kemarin kami berkesempatan untuk mengunjungi pantai di Pulau Kelagian.

 

Pulau Kelagian merupakan salah satu pulau yang sedang naik daun di kabupaten Pesawaran, Lampung. Pesawaran??? Nama ini mungkin terdengar asing di telinga kalian yang suka travelling dibandingkan dengan nama tempat wisata yang berada di kabupaten tersebut. Coba kalau sekarang saya tanya, “Siapa yang pernah dengar nama Pahawang?”. Saya rasa nama ini cukup familiar di telinga dan mata yaaaa… 😀 Ya, pulau Pahawang merupakan tujuan utama jika kalian mencari paket wisata jika kalian ingin menikmati pantai di Lampung. Nah, biasanya dalam paket wisata Pahawang kalian akan menemukan nama Kelagian sebagai tujuan tambahan. Dua pulau ini biasanya merupakan rekomendasi yang “wajib” dikunjungi jika kalian berlibur ke Lampung.

Hujan yang mengguyur dari malam sebelumnya tidak menyurutkan semangat kami untuk pergi ke pantai. Terlebih lagi ketika saya turun ke lantai bawah saya melihat mama sudah menyiapkan perbekalan piknik. 😀 Karena hujan masih agak deras pagi itu kami menunda sebentar keberangkatan kami, agak ketar-ketir juga sih sebenernya. Bakalan ga asik banget kalau sampe ujan-ujanan pas nyampe pantai. Yang ada sih bisa-bisa putar balik ke rumah. Dan ketika hujan sudah mulai reda, kami pun bergegas berangkat menuju Pantai Klara, gerimis masih menemani perjalanan kami. Sepanjang jalan saya terus berdoa supaya hujan berhenti. Namun apa daya, mendung yang menggelayut tak juga mau pergi. 🙁

Sesampainya di Pantai Klara, langsung ada orang yang menghampiri dan menawarkan perahu untuk menyebrang. Oiya, awalnya kami berencana untuk mengunjungi Pulau Pahawang. Tapi setelah diberitahu jarak tempuh yang memakan waktu sampai satu jam kami pun mengurungkan niat kami dan memilih Pulau Kelagian yang hanya memakan waktu 20 menit menyebrang. Harga jasa penyebrangan dengan kapal motor nelayan yang kami bayar adalah Rp 250.000,- untuk pulang pergi. Sempat juga bertanya ke nelayan lain malah lebih mahal, jadi kami memutuskan untuk menggunakan jasa nelayan yang pertama. Oiya, harga yang diberikan mungkin bisa lebih mahal lagi ketika datang di akhir pekan karena biasanya lebih ramai yang berkunjung.

Kami sampai di Pulau Kelagian sekitar pukul sepuluh, dan kami adalah pengunjung pertama hari itu. Di Pulau Kelagian ini tidak terdapat penginapan. Kami hanya menemukan saung, warung-warung kecil dan beberapa tempat bilas dan toilet yang sangat standar yang dikelola juga oleh pemilik warung. Saung yang ada bisa digunakan dengan membayar sewa Rp 35.000,- per saung untuk seharian. Sama halnya seperti jasa penyebrangan, saya rasa biaya sewa akan lebih mahal pada akhir pekan. Oiya, ada baiknya membawa perbekalan dari rumah karena warung-warung kecil yang ada hanya menyediakan mie instant, snack lokal, air kemasan, teh dan kopi.

Pulau Kelagian memiliki pasir yang lembut yang cocok sekali untuk keluarga-keluarga yang punya balita seperti kami. Ombak yang tidak besar juga tidak membuat Z takut untuk main air di pantainya. Sayang sekali kami datang ke tempat ini pada saat cuaca tidak bersahabat. Walaupun sudah tidak hujan, namun mendung masih menggelayut dan membuat pemandangan jadi kurang cantik untuk difoto.

Silahkan cek video singkat kami ke Pulau Kelagian yaaa…

Jadi kalian kapan jalan-jalan ke Pulau Kelagian? 😀

Any comment?