Jalan-Jalan Ke Singapore (Part 2)

Sesuai janji saya di postingan sebelumnya, mari kita lanjutkan cerita jalan-jalan ke Singapore. πŸ™‚

6 November 2015

Hari ini kami berencana ke Singapore Science Center (“SSC“), Henderson waves, dan Gardens by The Bay. Tapi apa mau dikata, rencana tinggal lah rencana πŸ˜† . Satu hal yang saya selalu lupa adalah, ga boleh ambisius mau jalan kesana-sini kalo jalan bersama anak kicik. πŸ˜€ Rencana ke Henderson Waves harus kami batalkan karena Z tertidur ketika pulang dari SSC menuju stasiun MRT. Daripada ke Henderson waves trus gendong-gendong yang tidur kan yaaaa… πŸ˜†

Sebelum menuju ke SSC, kami sarapan di Chye Seng Huat Hardware (“CSHH“) Coffee yang jaraknya cuma 2 ruko di sebelah hotel. Ternyata oh ternyata CSHH ini salah satu tempat heits buat ngopi 😯 . Sebenernya CSHHΒ instagramable banget, tapi apa daya Z nemplok mulu jadinya ga bisa motret. Di CSHH kami memesan Papa’s breakfast untuk saya dan bapake, Pandan Gula Melaka Pancake untuk Z dan lemonade. Porsi makanan yang besar membuat kami jadi bermalas-malasan karena kekenyangan! πŸ˜† Tapi mengingat sudah hampir jam 10, maka kami bergegas jalan ke stasiun MRT untuk menuju SSC.

img_4698-1

Tujuan utama ke SSC ini adalah mengunjungi Marvel’s Avengers S.T.A.T.I.O.N.,Β yang videonya udah wara-wiri di feed FacebookΒ sebelum kami berangkat ke Singapore πŸ˜€ . Seru sih sebenernya, karena kita diharuskan meng-install aplikasi supaya lebih interaktif. Tapi ternyata Z takut, jadi agak-agak ga menikmati πŸ™ . Dia ga suka dengar suara-suara dan musik yang ada. Selain itu juga karena pencahayaan di pameran memang dibuat agak gelap untuk mendukung warna-warna lampu dari monitor dan instalasi-instalasi yang dipamerkan.

sny00630

img_4729

Destinasi selanjutnya setelah dari SSC adalah Gardens by The Bay. Dari sedemikian besarnya Gardens By The Bay, yang kami kunjungi hanya Far East Organization Children’s Garden πŸ˜† . Di sini kami hanya nungguin Z main air, demi menghibur yang tadi ketakutan di SSC, ya udah deh dipuas-puasin main air. πŸ˜€

img_4700

 

7 November 2016

Yeeeaaayyy… Happy Birthday daddydada! :* Semoga sehat selalu, sukses terus dalam pekerjaan, dan selalu sayang mommy and Z pastinya yaaa… πŸ™‚ (kisskiss)

Okeee… Mari kita lanjut! Tujuan hari ini adalah Unversal Studios Singapore (“USS“) dan S.E.A Aquarium. Sebelum ke USS kami muter-muter di Vivo City dulu menunggu hujan reda. Begitu sampai di USS pas banget di Sesame Street lagi ada yang tampil. Tapi sayang ga ada Elmo! Padahal Z paling suka sama Elmo. Untuk menghibur hati, jadi deh beli botol minum, bando, kaos, dan gelas Elmo buat Z. πŸ™‚ Selama di USS hampir semua wahana tidak bisa kami masuki karena tinggi Z yang belum mencukupi. Sayang banget yaaa… πŸ™ Tapi selain itu, Z juga ga mau loh… πŸ˜₯ Satu-satunya wahana yang bisa dan mau dimasuki cuma Madagascar. Itu pun pake merengek minta keluar. Diajak nonton 4D di Far Far Away pun ga mau. πŸ™ Dalam 2 jam kami selesai mengelilingi USS, itu pun sudah pake istirahat makan. πŸ˜†

img_4693

Dari USS kami bergeser ke S.E.A Aquarium. Nah begitu masuk ke sini, Z langsung deh pecicilan, bahkan digandeng juga ga mau. Ga kayak pas di USS minta digendong mulu πŸ˜† . S.E.A Aquarium ini mirip-mirip SeaWorld tapi versi lebih bagus dan terawat. πŸ˜€

sny00652

Selesai dari Sentosa kami berpindah ke Orchard. Sebenernya capek sih (emot ketawa janggal) tapi berhubung pengen banget nyobain Bake Cheese Tart di ION Orchard jadi dikuat-kuatin. πŸ˜† Tapi balik lagi, rencana tinggalah rencana. Kami kelamaan muter-muter di Paragon, ga kerasa ternyata udah jam 9 malam. Langsung deh buru-buru ke ION Orchard, tapi sesampainya di sana ga kebagian dong cheese tart-nya, a.k.a sudah habiiiiissss. πŸ˜₯ Belom rejeki yaaa… (elus dada, dadanya mas Hamish. #eh)

8 November 2016

Pulaaaaaaaannnggg! Sebenernya masih pengen banget berlama-lama, dan juga masih banyak tempat yang belum dikunjungi, tapi dompet juga lah ya yang menentukan :lol:. Semoga lain waktu bisa kembali lagi ke Singapore yaaa… πŸ™‚

Sekian cerita jalan-jalan ke Singapore. Sebenernya ada beberapa trip yang belom diceritain, tapi berhubung udah kelamaan kok rasanya udah basi (males sih lebih tepatnya) πŸ˜† . Doakan semoga saya semangat update blog lagi yaaa… πŸ™‚

Cheers,
Mommy.

Jalan-Jalan ke Singapore (Part 1)

Hai semuaaaa… Udah lama banget ya ga update blog ini… *sapu-sapu debu* Terakhir update ternyata sudah setahun yang lalu, bahkan lebih. Time flies!Β Sebenarnya banyak sekali yang mau diceritain, tapi saya terlalu banyak alasan karena tidak menulisnya di blog ini. πŸ˜† Well, doakan saya tidak malas dan mulai mencicil menuliskan cerita-cerita itu di blog ya! Baiklah, mari kita langsung saja lanjut ke cerita sesungguhnya dari postingan ini, jalan-jalan ke Singapore! Yeeeeaaayyy…

Sesungguhnya jalan-jalan ini dipersembahkan sebagai birthday trip buat daddydada yang berulang tahun tanggal 7 November kemarin. Namun, birthday trip ini pun mempunyai misi tersendiri awalnya, mencari hadiah ulang tahun yang kemudian tidak berhasil didapatkan. πŸ˜† Apa sih hadiahnya? Nanti yah, kalau sudah ada di tangan kami, saya janji akan menulis di blog ini deh. Berhubung memang ada penundaan dari produsennya, jadi kami harus menunggu sampai waktu yang ditentukan. πŸ™

img_3876

 

Sabtu, 5 November 2016

Hari pertama ini ga banyak yang dilakukan karena kami berangkat dengan menggunakan penerbangan jam 12.20. Sesampainya di Changi Airport kami bergegas menghampiri loket imigrasi, mengambil koper dan menuju stasiun MRT untuk menuju Lavender, tempat kami menginap.

Dari Stasiun Lavender kami menuju Hotel Yan, sebuah boutique hotel yang berjarak 500 meter atau dapat ditempuh sekitar 10 menit berjalan kaki. Hotelnya tidak terlalu besar, namun menurut kami kamarnya nyaman. πŸ™‚ Ya, menginat tarif penginapan yang tidak murah di Singapore saya memang sengaja memilih menginap di Lavender. Karena setelah membaca review dari berbagai sumber dan membandingkan tarif kamar hotel di berbagai website travel sebelum ke Singapore, tarif penginapan untuk tipe kamar yang sama di Lavender masih lebih rendah dibanding di daerah Orchard.

Setelah beristirahat sebentar di kamar, kami pun mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Mama Shinta, Binggi Thalia dan Ibu Ajeng di Takashimaya. Excited banget mau ketemu mereka karena selama ini baru ketemu sama Ibu Ajeng sekali dan interaksi pun lebih banyak dilakukan di social media. Z seperti biasa butuh waktu karena baru pertama kali ketemu. Dari yang awalnya ngumpet minta pangku, trus mulai curi-curi pandang, akhirnya dia ngikutin kakak-kakak cantik wara-wiri. Yah walaupun sebenernya dia bingung juga kakak-kakak pada ngobrol apaan. πŸ˜†

Setelah 2 jam ngobrol-ngobrol sambil makan malam, akhirnya waktu jugalah yang memisahkan kami. *cielah bahasanya* πŸ˜† Sebelum pisah nyempetin foto-foto dulu, karena foto adalah wajib hukumnya. πŸ˜€ Pas udah mau pisah, Z malah ga mau pisah dong! πŸ˜† Dia mau ikut kakak Lemon dan Tante Ajeng aja, mana pake bye-bye ke mommy segala. πŸ˜†

img_3890-jpg

img_3878

 

6 November 2015

Ngapain aja sih di hari Minggu ini? Tunggu postingan berikutnya yaaa… πŸ™‚

Cheers,
Mommy.

Sabtu Bersama Bapak

Entah sudah berapa lama saya tidak lagi sering membaca buku, novel sih lebih tepatnya. “Gelombang” karya Dewi Lestari (Dee) adalah buku terakhir yang saya baca. Jika Dee tidak menulis “Gelombang” mungkin saya tidak bisa mengingat apa buku terakhir yang saya baca. Saya tidak tahu mengapa saya tidak lagi sering membaca buku. Saya berusaha mengingat-ingat apa pemicunya, tetapi tidak juga menemukan jawaban.

Kemarin saya iseng mampir ke toko buku, berputar-putar di area novel, melihat-lihat judul-judul pada cover buku yang sekiranya bisa menyalakan “api” yang bisa membuat saya kembali membaca. Mata saya pun hinggap di satu buku yang sebenarnya sudah sering terdengar di telinga saya karena beberapa teman sudah membacanya. Terlebih lagi, saya kenal dengan istri penulisnya. Sok kenal sih lebih tepatnya *towel teh Ninit Yunita*. Akhirnya saya putuskan untuk membelinya. Beli lho ya, bukan numpang baca di toko buku seperti yang sering saya lakukan waktu SD dulu. Iya, dulu saya segitunya sama baca, tapi karena uang jajan mepet jadilah ya numpang baca di toko buku sambil berdiri pun saya jalani.

gambar diambil dari suami gila.com

gambar diambil dari suamigila.com

Belum apa-apa buku ini sudah membuat saya menangis. Bagian awal yang menceritakan bahwa sang Bapak telah meninggal membuat saya menitikkan air mata. Ya, membaca atau mendengar cerita tentang kehilangan seseorang selalu membuat saya sedih. Saya mengakui masih ada secuil rasa yang tinggal di hati saya, dan selalu siap sedia mengusik emosi ketika bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehilangan (seseorang). Tapi tenang, cuma 1 halaman kok yang bikin mewek, sisanya saya habiskan membaca dengan tersenyum.

Novel ini menggambarkan bagaimana seorang bapak berusaha untuk menjadi bapak terbaik bagi anak-anaknya dan suami terbaik bagi istrinya. Walaupun sang bapak meninggalkan Satya dan Cakra sejak kecil, namun mereka tidak pernah kehilangan sosok seorang bapak berkat video-video yang telah disiapkan bapak untuk menemani mereka di setiap Sabtu sore. Novel ini juga menceritakan tentang bagaimana video-video tersebut kemudian menjadi pegangan pada saat Satya dan Cakra menjalani hidup mereka.

Buat saya novel ini asyik, bahasanya yang ringan dan disisipi dengan jokes yang kadang garing tapi tetep bikin senyum-senyum pas baca membuat saya pengen berhenti. Beberapa pesan tentang pola asuh anak yang ada di dalam buku ini lumayan membuat saya tersentil. Pesan-pesan yang membuat saya harus memecut diri untuk terus banyak belajar dalam mendampingi suami dan anak saya.

Terimakasih kang Adhitya Mulya *sok kenal lagi* untuk novel yang berhasil membuat saya mulai *lagi* membaca buku dan menulis di blog. πŸ™‚

Kue Ulang Tahun Sehat

Bingung mau buat atau beli kue ulang tahun anak yang bagaimana? Maunya sih yang sehat ya, gluten-free, tidak terlalu banyak yang manis-manis, pokoknya semua sesuai sama takaran ibunya deh.Β Ulang tahun pertama Zooey kemarin saya membuat “kue” ulang tahun dari-buah-buahan. Buah-buahan utuh tanpa diolah dengan tepung untuk dipanggang menjadi kue dan dihias dengan fondant ataupun whipped cream.

Bahan

1 buah semangka besar
1 buah melon
1 kotak kecil strawberry (biasanya di supermarket sudah dijual per kotak)
500 gram anggur ( boleh dicampur anggurnya, boleh juga berbeda warna untuk variasi)
1 buah nanas kecil yang sudah dikupas

Cara

1. Kupas semangka sampai daging berwarna merahnya terlihat. Potong menjadi 3 bagian, ambil bagian terbesar (biasanya bagian tengah) untuk menjadi bagian yang paling dasar.
2. Bagian semangka yang lain bisa dibentuk lebih kecil untuk menambah layer bagian atas “kue”.
3. Susun ketiga daging semangka tersebut sehingga terlihat bertingkat.
4. Bentuk melon menggunakan cetakan kue kering dan/atau alat pengeruk buah/cocktail. Potong strawberry menjadi dua bagian. Potong nanas menjadi dua bagian, kemudian iris tipis.
5. Mulailah menghias semangka dengan buah-buahan yang lain. Untuk menempelkan topping buah gunakan tusuk gigi atau tusuk sate. Taburkan anggur di sekeliling semangka.

Sebenarnya untuk menghias semangka tidak ada patokan harus begini atau begitu , cukup gunakan imajinasi dan kreativitas ibu-ibu sekalian.

Z 1st birthday cake-2-700

Z 1st birthday cake-1-700

Z 1st birthday cake-4-700

Semoga “kue” ulang tahun ini bisa menjadi inspirasi buat ibu-ibu yang sedang membaca blog kami. Selamat mencoba! Anak sehat, ibu senang! πŸ™‚

1st Birthday

DSCF7550

Dear Z,

Hari ini tepat usiamu 1 tahun. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin Mommy menangkap dan memelukmu dari dalam air. Memilikimu dalam kehidupan kami adalah berkat Tuhan yang tidak tergantikan.

Satu tahun kemarin merupakan tahun terbaik yang kami miliki, meski ada terselip duka, suka menutupinya dengan tak henti. Melihatmu tumbuh dari hari ke hari adalah hal yang paling istimewa.

Selamat ulang tahun yang pertama, sayang. Sehat selalu baik jiwa maupun raga. Semoga Tuhan selalu ada mendampingimu.

Z, WeΒ love you to the moon and back and then to infinity and beyond!

zooey-1tahun